ABSTRACT Threats), Strenghts is showing the strength

ABSTRACT

This research
aims to resellers who would like to try to earn an income without the need to
establish a business and capital. To become reseller marketing strategy is
required in order that resellers have the knowledge about how to market their
products.Resellers are expected to understand how to do business with either by
using strategies, using ways that are selective in marketing and knowing the
quality of the product to be marketed at a price which is already
predetermined.Cainabel Apparel is a clothing brand to manufacture clothing men
and women devoted to selling among the younger set.Resellers should be able to
apply a good marketing strategy to attract consumers in order to purchase the
product. In implementing marketing strategies required SWOT analysis
(Strenghts, Weakness, Opportunity, Threats), Strenghts
is showing the strength of product, Weakness that is knowing the weakness of
product, Opportunity is see opportunity in selling product, Threats that threat
coming from similar product.The
author expects young entreprenuer can understand the correct way of doing
business as well as how to market a product with a good marketing strategy in
becoming a reseller Cainabel.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Key Words :
Reseller, Cainabel, Strategy, Marketing, SWOT

 

 

BAB I       PENDAHULUAN

1.1         
Latar Belakang

Dengan adanya kemajuan zaman
dalam bidang perekonomian di Indonesia, dibuktikan dengan adanya banyak
entrepreneur dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak sekolah hingga ibu
rumah tangga. Untuk memulai bisnis yang mudah yaitu dengan menjadi reseller,
tanpa mengeluarkan modal yang besar dan langsung mendapatkan penghasilan yang cukup,
membuat semua orang ingin menjadi seorang reseller. Hanya dengan bermodalkan
handphone, internet, dan produk sudah bisa menjadi reseller. Dengan menjadi
reseller kita tidak perlu  memikirkan
usaha apa yang akan dibuat, dan bisa dengan mudah membagi waktu disela      kesibukan yang dijalani entrepreneur.
     Dalam memasarkan suatu produk tidak hanya
melalui mulut ke mulut, dan televisi, melainkan sudah masuk ke dalam bidang
teknologi yaitu media sosial. Media sosial seperti facebook, twitter, instagram
sangat penting dalam memasarkan suatu produk karena banyak orang yang memakai
media sosial serta media sosial membantu para reseller untuk mendeskripsikan
suatu produk, dan pembeli juga dapat dengan mudah membeli produk sesuai yang
mereka          inginkan.
     Dengan adanya perkembangan teknologi dalam
bidang penjualan online sehingga dapat memudahkan
para reseller untuk menjual produknya, karena telah terdapat berbagai macam
layanan jual beli online.

Reseller
juga harus bisa menerapkan strategi pemasaran dengan menggunakan analisis SWOT
agar dapat mengetahui mengenai produk yang akan kita
jual nanti. Produk pakaian akan selalu diminati oleh para pembeli karena pakaian merupakan
kebutuhan utama manusia, sehingga
reseller tertarik untuk menjual produk tersebut. Dalam pakaian terdapat
berbagai macam jenis seperti kaos, kemeja, jaket, celana, rok. Selain itu terdapat
bermacam – macam motif, dan desain yang menarik. Maka dari
itu, penjualan dalam pakaian akan selalu diminati oleh pembeli.

1.2         
 Masalah

Penulis
membuat rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

1.      Bagaimana strategi pemasaran yang tepat
untuk memasarkan produk ?

2.      Bagaimana mengetahui untuk menjadi reseller
yang baik ?

3.      Bagaimana menerapkan strategi pemasaran?

4.      Bagaimana meningkatkan penjualan produk
pada Cainabel ?

 

1.3         
 Tujuan
dan Kegunaan Penelitian

1.3.1   Tujuan
Penelitian :

a.       Menentukan
strategi pemasaran berdasarkan posisi bersaing dan jenis usaha  dengan menggunakan analisis SWOT.

b.      Menentukan
strategi pemasaran yang paling tepat dan berdaya saing.

c.       Membahas
bagaimana menjadi reseller .yang cerdas
dan dapat melihat peluang

d.      Bagaimana
menentukan harga reseller yang tepat dalam penjualan suatu
produk

1.3.2    Kegunaan
Penelitian :

a.       Sebagai
bahan pertimbangan bagi entrepreneur dan evaluasi untuk menentukan strategi
pemasaran yang berdaya saing.

b.      Sebagai
bahan referensi serta pengetahuan bagi siapa saja yang ingin mencoba untuk menggunakan analisis SWOT sebagai penentu strategi
pemasaran, maupun siapa saja yang akan melakukan penelitian menggunakan analsis
SWOT dimasa yang akan datang.

c.       Sebagai pedoman reseler yang akan memulai bisnis dalam tahap awal.

d.      Sebagai bahan pembelajaran Cainabel untuk strategi pemasaran kedepannya.

 

1.4         
 Tinjauan Pustaka

1.4.1   Entrepreneur

Eddy
Soeryanto Soegoto (2014:27) mendefinisikan
bahwa Entreprenuer adalah orang yang berjiwa kreatif, inovatif, mandiri,
percaya diri, ulet & tekun, rajin, disiplin, siap menghadapi risiko, jeli
melihat & meraih peluang, piawai mengelola sumber daya, dalam membangun,
mengembangkan, memajukan & menjadikan usaha atau perusahaannya unggul. (Eddy
Soeryanto Soegoto,2009)  

1.4.2       
Pemasaran

    Irawan (1998:10), mendefiniskan bahwa pemasaran
merupakan proses sosial antara individu dengan kelompok sehingga mendapatkan
yang mereka butuhkan dengan menciptakan maupun menukarkan produk dan nilai
dengan individu atau kelompok lain. Kotler
(2008), dikutip oleh Diniaty dan
Agusrinal mendefinisikan pemasaran sebagai suatu rangkaian tujuan dan
sasaran, kebijakan agar menjadi arah bagi usaha pemasaran perusahaan dalam
menghadapi berbagai lingkungan dan keadaan pesaing yang berbeda-beda.

1.4.3   Strategi Pemasaran

Eddy Soeryanto Soegoto (2014 : 164),
strategi pemasaran merupakan pernyataan pokok mengenai dampak yang diinginkan agar tercapai permintaan pada target pasar yang sudah dipilih.Guiltinan dan Paul (1992).

Philip Kotler (2004: 81), mendefinisikan strategi pemasaran sebagai pola pikir pemasaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan pemasaran. Strategi pemasaran terdiri dari strategi spesifik untuk target pasar,
penetapan posisi, bauran pemasaran dan besarnya pengeluaran pemasaran.

Sedangkan
menurut Tjiptono (2002, 6): Strategi
pemasaran merupakan alat fundamental yang rencananya untuk mencapai perusahaan
dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar
yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran
tersebut.

1.4.3.1           
Seleksi
Segmen Pasar

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto
(2014:180), strategi seleksi dan memilih segmen pasar
yaitu pemasaran serbasama, pemasaran serbaaneka, dan pemasaran terpusat

a.   
Pemasaran serbasama

Perusahaan memutuskan untuk
mengabaikan perbedaan-perbedaan segmen pada suatu pasar dan mengikuti
keseluruhan pada pasar yang ada dengan satu tawaran saja dengan merancang
produk yang sama dengan distribusi dan promosi massal untuk mendapatkan jumlah
pembeli terbesar.

b.   
Pemasaran serbaaneka

Perusahaan memutuskan beroperasi
dalam beberapa segmen pasar dengan merancang program penawaran sendiri pada
setiap segmen.

c.      
Pemasaran terpusat

Banyak perusahaan melihat kemungkinan ketiga yang sangat menarik khususnya
apabila sumber daya yang dimiliki perusahaan terbatas. Dibandingkan mencari
pangsa pasar kecil dalam sebuah pangsa pasar besar, lebih baik perusahaan
mencari pangsa pasar besar dalam satu atau beberapa subpasar.

d.     
Konsetrasi pada segmen tunggal

Perusahaan memilih untuk berkonsentrasi pada segmen tunggal. Mungkin memiliki
kesesuaian dan persyaratan sukses pada segmen ini. Perusahaan mungkin hanya
memiliki dana yang terbatas dan hanya beroperasi di satu segmen saja, atau
mungkin merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan untuk ekspansi ke
segmen lain.

 

e.   
Spesialisasi selektif

Perusahaan menentukan sejumlah segmen yang masing-masing secara objektif serta
sesuai bagi tujuan dan sumber daya perusahaan. Strategi yang melingkupi banyak
segmen memiliki kelebihan dibandingkan segmen tunggal dalam hal penyebaran risiko
perusahaan.

f.       
Spesialisai produk

Di sini perusahaan memusatkan diri dalam pembuatan produk tertentu yang
dijualnya kepada beragam kelompok pelanggan. Melalui strategi ini, perusahaan membina
reputasi yang kuat dalam bidang produk tertentu.

g.     
Spesialisasi pasar

Perusahaan memusatkan diri untuk melayani berbagai kebutuhan suatu kelompok
konsumen tertentu. Perusahaan ini mendapatkan reputasi tinggi karena
mengkhususkan melayani kelompok pelanggan.

h.     
Peliputan pasar secara penuh

Di sini perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua
produk yang mungkin dibutuhkan. 

1.4.4   Bisnis

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto
(2014:40), mendefinisikan bahwa bisnis adalah aktivitas yang dilakukan oleh
seseorang atau sekelompok orang atau perusahaan dalam bentuk jasa atau barang
untuk memperoleh laba.

1.4.5   Target Sasaran Bisnis

Eddy Soeryanto Soegoto
(2014:137), perusahaan
mempunyai target dalam sasaran bisnis yang ingin dicapai dalam jangka waktu
tertentu, yakni :

a.        
Sasaran jangka pendek (1 tahun
pertama)

Sasaran jangka pendek umumnya
dilakukan dalam 1 tahun pertama. Sasaran utama jangka pendek adalah menetapkan
: lokasi, jenis produk, rekrutmen tenaga
kerja, membangun sistem organisasi, pengenalan produk atau jasa ke konsumen
atau pasar, mendapatkan konsumen atau pelanggan baru.

b.        
Sasaran jangka menengah (tahun
ke-2 hingga tahun ke-5)

Ditujukan untuk sasaran dalam
waktu dua hingga lima tahun mendatang. Sasaran
jangka menengah terutama ditujukan untuk melakukan : evaluasi, perbaikan, analisis SWOT, pelayanan lebih baik, pemasaran,
penataan keuangan, adaptasi lingkungan, pengembangan.

c.        
Sasaran jangka panjang

Ditujukan untuk sasaran dalam
jangka waktu lebih dari 5 tahun kedepan. Sasaran
jangka panjang terutama ditujukan untuk melakukan : membangun keunggulan bersaing, stabilitas usaha, pengembangan lanjut,
dan melakukan ekspansi global (keluar wilayah atau keluar negeri).

1.4.6  
Konsep Penjualan dan Pemasaran

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:168). Dalam suatu
aktivitas bisnis, terdapat perusahaan yang lebih menekankan pada penjualan
produk daripada pemasaran produk. Perusahaan yang mempraktikkan konsep penjualan, menjual apa yang
mereka buat daripada membuat apa yang pasar inginkan. Secara kontras,
perusahaan yang mempraktikkan konsep
pemasaran, menentukan kebutuhan dan keinginan pasar dan mengirimkan produk
atau jasa yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada apa yang
dilakukan pesaingnya.

1.4.7  
Promosi

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:187). Secara singkat
promosi berkaitan dengan upaya untuk mengarahkan seseorang terhadap produk dan
teknik mengomunikasikan suatu produk yang digunakan oleh perusahaan untuk
berinteraksi dengan target pasar mereka dan khalayak ramai. Sarana komunikasi
utama dalam bauran promosi meliputi:

a.      
Iklan, merupakan bentuk komunikasi nonpersonal yang
biasanya terdapat di koran, radio, TV, majalah dan internet. Iklan dan promosi
memiliki makna yang berbeda. Sasaran iklan adalah mengubah jalan pikiran
konsumen untuk membeli. Sedangkan sasaran promosi adalah merangsang pembelian
di tempat.

b.     
Promosi penjualan, berupa bujukan langsung kepada konsumen,
seperti kupon, hadiah. Penggunaan promosi penjualan memiliki segi positif dan
negatif bagi produsen. Prositifnya yaitu banyak alat promosi penjualan yang
dapat menarik perhatian yang berarti pembeli diberi informasi bahwa mereka akan
mendapatkan barang yang istimewa. Untuk segi negatif, ada sesuatu yang
menimbulkan kesan bahwa produsen mengkhawatirkan kelancaran penjualan
produknya.

c.      
Pemasaran langsung, merupakan promosi penjualan yang
langsung ke pembeli, seperti penjualan rumah, motor, asuransi, pakaian.

Bentuk-bentuk pemasaran langsung meliputi :

1.     
Direct sellimh

2.     
Direct mail

3.     
Telemarketing

4.     
Internet selling

5.     
Direct action marketing

6.     
Catalog selling

7.     
Television/print media

8.     
Cable TV

d.     
Hubungan masyarakat, yaitu semua bentuk komunikasi yang
bertujuan membentuk citra yang baik terhadap organisasi dan produknya.

e.      
Media sosial, termasuk setiap sarana komunikasi di mana
pelanggan dan para anggota lain dapat memainkan satu peran aktif.

BAB II        
METODE

2.1    Rancangan Kegiatan

2.1.1   Objek Penelitian

Objek penelitian
ini adalah Cainabel yang menjual produk kaos maupun jaket yang kemudian akan
dijual melalui situs online instagram.

2.2    Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan
data dalam Cainabel menggunakan :

2.1.2
Teknik Observasi

Teknik observasi merupakan teknik
pengamatan dan pencatatan yang sistematis, terhadap gejala-gejala yang diteliti
(Husain Usman:1996:54).

Menurut Restu Kartiko Widi (2010:237), jenis
observasi :

a.       Observasi partisipan (participant observation) adalah ketika seorang
peneliti berpartisipasi dan terlibat secara aktif dalam seluruh kegiatan atau
aktifitas yang dijalani oleh anggota grup yang tengah diamati, dengan
sepengetahuan ataupun tanpa sepengetahuan anggota grup tersebut.

b.      Observasi non-partisipan (non participant observation), terjadi saat seorang
peneliti tidak ikut aktif dalam kegiatan grup, hanya sebagai pengamat pasif, untuk
melihat, mengamati, dan mendengarkan semua aktivitas grup serta membuat
kesimpulan dari hasil observasi tersebut.

c.       Observasi terhadap objek memberikan fokus utama kepada objek selain
manusia, peneliti yang mempelajari mengenai lingkungan hidup dan kehidupan
alami bagi binatang dan tumbuhan.

2.3     Alat Analisis

Pada Cainabel alat analisis yang digunakan :

2.3.1   Analisis SWOT

Eddy Soeryanto Soegoto (2014:193). Strategi
terbaik untuk melakukan analisis terhadap kekuatan dan kelemahan internal
perusahaan terhadap peluang dan ancaman dari pesaing adalah melalui analisis
SWOT (Strengths = kekuatan, Weaknesses = Kelemahan, Opportunities = Peluang,
Threats = Ancaman). Melalui matriks
SWOT kita dapat menerapkan empat strategi bisnis dalam menghadapi pesaing,
yakni strategi SO, strategi WO, strategi ST, dan strategi WT, seperti yang
ditunjukkan pada matriks berikut :

FAKTOR
INTERNAL (IFAS)

Kekuatan
(S)
Daftar 5-10 kekuatan internal  di sini

Kelemahan
(W)
Daftar 5-10 kelemahan internal di sini

FAKTOR
EKSTERNAL (EFAS)

 

 

Kesempatan
(O)
Daftar 5-10 kesempatan eksternal di sini

Strategi
SO
Menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengambil keuntungan dari adanya kesempatan

Strategi
WO
Menghasilkan strategi yang mengambil keuntungan dari kesempatan dengan cara mengatasi kelemahan

Ancaman
(T)
Daftar 5-10 ancaman eksternal di sini

Strategi
ST
Menghasilkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman

Strategi
WT
Menghasilkan strategi yang meminimalisir kelemahan dan menghindari
ancaman

BAB III          
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1    Reseller

3.1.1   Cara
Menjadi Reseller

     Terdapat 2 cara
menjadi reseller, yaitu :

a.       Pendaftaran
reseller secara online

Memasukkan
data diri serta membayar biaya pendaftaran yang sudah ditetapkan oleh pemilik
usaha atau toko tersebut.

b.      Pendaftaran
reseller secara langsung

Reseller harus datang ke tempat usaha atau distributor secara langsung dan
membeli produk sesuai keinginnan.

3.1.2       
Analisis SWOT

Analisis SWOT berguna agar kita bisa
melihat atau menganalisis produk kita yang terdiri dari (Strengths = kekuatan,
Weakness = kelemahan, Opportunity = kesempatan, Threats = ancaman).

1.
Strengths

– Harga produk cukup terjangkau terutama untuk kalangan pelajar, mahasiswa.

 
– Menawarkan berbagai macam desain, warna, dan jenis pakaian
sesuai dengan tren yang ada saat ini.

– Bahan yang digunakan berkualitas baik
sehingga akan membuat pemakainya merasa nyaman.

2.
Weaknesses

  – Masih kurang untuk
mempromosikan produk tersebut.

– Produk tersebut tidak memiliki
strategi pemasaran.

3.
Opportunities

– Banyak
konsumen yang membutuhkan pakaian.

– Harga untuk
sebuah produk untuk reseller cukup terjangkau sehingga jika ada kerugian tidak
terlalu besar.
-Produk Cainabel cukup terkenal dikalangan anak muda.

4.
Threats

– Terdapat
pesaing yang sudah lebih dulu ada.

– Harga pakaian dari
produk lain cukup terjangkau.

3.2         
 Produk

Produk yang akan dijual oleh reseller
yaitu “Cainabel” yang merupakan produk pakaian seperti kaos dan jaket dengan
desain yang menarik.

  
Motif atau desain yang ditawarkan cukup beragam seperti :

Bahan yang dipilih
Cainabel untuk pembuatan pakaiannya :

a.        
Kaos menggunakan bahan cotton combed, sehingga nyaman dipakai, dan tidak
mudah luntur.

b.        
Jaket / hoodie menggunakan bahan cotton fleece sehingga jika dipakai saat
berkeringat, bahan tersebut tidak menempel di kulit.

 

Selain desain yang beragam, terdapat ukuran yang bermacam-macam pula seperti :

–           
S

–           
M

–           
L

Jenis produk tersebut 3
jenis :

1.        
Kaos lengan pendek

2.        
Kaos lengan panjang

3.        
Jaket / Hoodie

     Harga pada produk tersebut berkisar :

1.        
Kaos lengan pendek = Rp 90.000

2.        
Kaos lengan panjang = Rp 120.000

3.        
Jaket / hoodie = Rp 175.000

 

       Untuk
menjadi reseller pakaian kita wajib tahu mengenai bahan, desain atau model yang
disukai oleh konsumen. Selain itu, kita juga harus pintar dalam memilih sasaran
pasar yang tepat sesuai dengan pakaian yang kita jual. Sehingga akan banyak
konsumen yang membeli produk kita dan menjadi konsumen tetap.

3.3         
 Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan
oleh Cainabel adalah teknik observasi partisipan karena ikut terlibat aktif
dalam penjualan, ide, saran produk kepada distributor (Cainabel).

3.4         
 Hasil dari strategi

–         
Target pemasaran bertambah luas

–         
Pemasaran pada produk Cainabel
memberikan keuntungan untuk reseller.

3.5         
 Segmen
pasar yang digunakan

Dari beberapa segmen pasar yang ada, segmen pasar yang akan digunakan oleh Cainabel :

a.   
Pemasaran
Serbasama

Reseller mengikuti keseluruhan pasar dalam merancang produk dengan
distribusi dan promosi massal untuk memperbanyak jumlah pembeli.

Akan tetapi,
segmen ini tidak tepat untuk reseller karena harus memperhatikan konsumen
mengenai produk yang ditawarkan apakah sesuai atau tidak.

 

b.   
Pemasaran
Serbaaneka

Untuk setiap segmen pasar, reseller harus menawarkan atau membuat strategi
pemasaran pada setiap produk yang ada.

Akan tetapi,
segmen ini tidak tepat dengan reseller karena reseller tidak perlu merancang
program sendiri.

 

c.    
Pemasaran
Terpusat

Reseller mencari peluang ketiga, yaitu mencari pangsa pasar besar dalam
satu atau beberapa subpasar.

Untuk segmen ini
tidak tepat bagi reseller karena langsung mencari pangsa besar dalam beberapa
subpasar tersebut.

 

d.   
Konsentrasi
pada segmen tunggal

Segmen ini memberikan kesempatan pada reseller untuk berkonsentrasi pada
satu segmen saja, serta untuk reseller yang memiliki dana terbatas.

Dalam seleksi segmen pasar yang paling tepat digunakan reseller adalah
konsentrasi pada segmen tunggal, karena segmen ini merupakan landasan untuk
ekspansi ke segmen lain.

 

e.      
Spesialisasi
selektif

Reseller memilih beberapa segmen dimana setiap segmen yang secara objektif
menarik dan sesuai bagi tujuan reseller.

Segmen ini
memiliki kelebihan dibanding segmen tunggal dalam penyebaran risiko, namun
reseller perlu berhati-hati dalam memilih segmen ini karena reseller harus
pandai dalam berbisnis.

 

f.       
Spesialisasi
produk

Pada segmen ini reseller membuat produk tertentu yang akan dijual kepada
berbagai macam kelompok pelanggan.

Segmen ini tidak
digunakan karena reseller hanya sebagai penjual produk bukan sebagai pembuat
produk.

 

g.     
Spesialisasi
pasar

Reseller harus melayani berbagai kebutuhan dari tiap kelompok pelanggan
tertentu, sehingga reseller memiliki reputasi kuat karena mengkhususkan dalam
melayani produk kepada kelompok pelanggan tertentu.

Segmen ini tidak tepat karena reseller hanya menjual produk tertentu dan
memasarkan kepada pelanggan tertentu.

 

h.     
Peliputan
pasar secara penuh

Pada segmen ini reseller melayani semua kelompok pelanggan dengan produk
yang ada yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut.

Akan tetapi, segmen ini kurang tepat digunakan oleh reseller karena reseller
tidak dapat memenuhi semua kebutuhan produk yang diinginnya pada setiap
kelompok pelanggan.

 

Dari pembahasan segmen pasar diatas, segmen yang tepat digunakan oleh
reseller adalah konsentrasi pada segmen tunggal, dimana dengan modal yang
terbatas reseller dapat menjual produk Cainabel pada segmen tunggal, dan segmen
ini akan menjadi acuan untuk ekspansi ke segmen lain.

3.6         
 Sasaran pasar

Pemasaran produk Cainabel ini
ditargetkan untuk kalangan remaja atau muda-mudi terutama yang
berada di gereja. Produk ini diproduksi sebanyak 100 buah
kaos sekaligus, sehingga reseller menargetkan akan laku dijual sebanyak 10
kaos. Jika harga kaos sebesar Rp 90.000. Keuntungan yang akan didapat reseller Rp 900.000.

Selain untuk kalangan muda-mudi, reseller juga akan lebih giat
mempromosikan Cainabel melalui media sosial serta forum jual beli.

3.7    Target Sasaran Bisnis

c.   
Jangka pendek

Reseller akan mengenalkan produk
kepada konsumen maupun pasar, serta berusaha untuk mendapatkan pelanggan baru.

d.   
Jangka menengah

Reseller akan melakukan evaluasi
atau perbaikan, dan peningkatan dalam pelayanan kepada konsumen.

e.   
Jangka panjang

Reseller akan bekerjasama dengan
Cainabel untuk memproduksi pakaian sesuai dengan permintaan pasar.

 

BAB I            
 KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Pada produk Cainabel, reseller dapat
mengetahui mengenai kekuatan produk pada desainnya yang menarik, kelemahannya
yaitu kurangnya promosi produk, peluang pada produk ini karena banyak konsumen
yang membutuhkan pakaian, serta ancaman yang dihadapi adalah pesaing yang sudah
ada lebih dulu.

Dengan adanya strategi pemasaran yang
tepat, reseller dapat meningkatkan penjualan produk Cainabel sesuai dengan
target pasar yang telah ditentukan. Selain itu, dapat membantu reseller untuk
mempelajari produk Cainabel dan menetapkan sasaran pasar lebih luas seperti
melalui media sosial dan forum jual beli. 

BAB II         
REFERENSI

Soegoto, S.A, 2014, Entrepreneurship
Menjadi Pebisnis Ulung, Edisi Revisi, Jakarta : Elexmedia
Komputindo.

Irawan, Faried, Wijaya dan M.N. Sudjoni, 1998, Pemasaran
Prinsip dan Kasus, Edisi 2, Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.

Usman, Husaini, 1996, Metodologi Peneliitan Sosial, Jakarta : Bumi Aksara.

Widi, R.K, 2010, Asas Metodologi
Penelitian, Jogjakarta : Graha Ilmu.

Diniaty, D., & Agusrinal, 2014,  “Perancangan Strategi Pemasaran pada Produk
Anyaman Pandan. Jurnal Sains, Teknologi, dan Industri.