Lisa study was done by analyzing test

Lisa Suryani (1)

Siti Cholisotul Hamidah(2)

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang

E-mail: [email protected]

 

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh metode latihan terbimbing terhadap kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian eksperimen semu. Sampel dalam penelitian ini menggunakan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen pada kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Nilai hasil menulis cerpen pada kedua kelas tersebut digunakan untuk mendeskripsikan perbandingan penggunaan metode latihan terbimbing dengan teknik pembelajaran konvensional dalam pembelajaran menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tugas menulis cerpen dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menganalisis hasil tes yang diperoleh pada saat prates dan pascates. Data dalam penelitian ini berupa nilai penggambaran alur, penggambaran tokoh dan penokohan, penggambaran latar, penggambaran sudut pandang, dan pengembangan tema dalam cerpen yang ditulis berdasarkan pengalaman peribadi. Analisis data dihitung menggunakan uji-t. Sebelum uji-t, telebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat.

Kata Kunci: metode latihan terbimbing, kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi

ABSTRACT: The purpose of this study is to explain the effect of guided training method on the ability of writing short stories based on personal experience. This research uses experimental method with quasi experimental research design. The sample in this study used one control class and one experimental class in grade XI SMA Negeri 8 Malang. The value of the short story writing results in both classes is used to describe the comparison of the use of guided training methods with conventional learning techniques in short story writing lessons based on personal experience. The instrument used in this research is the task of writing short stories with the provisions that have been set. data collection in this study was done by analyzing test results obtained at the time of prates and pascates. The data in this study are the depiction and flow, depiction of characters and characterizations, depiction of background and court, depiction of point of view, and the development of themes in short stories written based on personal experience.The data analysis was calculated using the t-test. Before the t-test, first test the normality and homogeneity test as a prerequisite test.

Keywords: guided practice method, ability to write short stories based on personal experience

 

             

  

(1)     Lisa Suryani adalah mahasiswa Sastra Indonesia, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

(2)     Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

 

Metode latihan terbimbing merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode latihan terbimbing pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang dipelajari (Miseng, 2015:262). Menurut peneliti  metode latihan terbimbing adalah suatu cara yang digunakan seorang guru untuk mengajar yang lebih baik sehingga dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik. 

Metode latihan terbimbing adalah suatu cara mengajar, yang baik digunakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik  (Sianturi, 2012: 5) . Metode latihan terbimbing juga dapat digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, kesempatan, dan keterampilan dengan proses pemberian bantuan terus-menerus sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya agar tercapai keterampilan untuk dapat memahami dirinya, dan keterampilan untuk merealisasikan dirinya sesuai dengan keterampilannya dalam mencapai penyesuain diri dengan lingkungan, baik dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Menulis merupakan kegiatan menuangkan ide, pikiran, dan kemauan dengan wahana bahasa tulis (Nurchasanah, 1993: 1). Kemampuan  menulis merupakan akumulasi dari keterampilan menyimak dan membaca. Kemampuan  menulis harus terus diasah agar bisa menulis lebih baik lagi setiap waktu. Dalam kegiatan menulis pasti melibatkan berbagai pengetahuan (skemata) dan pengalaman untuk mengolah dan mengembangkan ide menjadi sebuah karya sastra baik fiksi maupun nonfiksi. Menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa merupakan hal yang epnting dalam menentukan kecakapan hidup seseorang. Keterampilan menulis cerpen sesuatu yang dapat diajarkan melalui uraian atau penjelasan semata-mata (Pranoto, 2012: 5).

Cerita pendek merupakan cerita fiksi, namun dalam realita penulisan cerpen, banyak orang yang menulis cerpen berawal dari kisah nyata, baik yang dialami penulis atau orang lain (Nuraini, 2013: 2). Tidak menutup kemungkinan dalam menulis cerpen yang berangkat dari kisah nyata kemudian dibumbui cerita fiksi dengan harapan cerpen yang disajikan lebih hidup. Selain dibumbui fiksi, cerpen juga terdapat berbagai unsur pembangunan karya sastra.

            Dari pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa cerita pendek adalah cerita fiksi yang ditulis seseorang dari kisah nyata baik dari penulis maupun dari orang lain dan bukan ditentukan oleh banyaknya halaman untuk mewujudkan ceita, melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang ingin disampaikan oleh bentuk karya sastra.

Cerpen tersusun atas unsur-unsur pembangunan cerita yang saling berkaitan erat antara yang satu dengan yang lainnya. Keterkaitan antar unsur-unsur pembangunan cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas amat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra. Unsur-unsur dalam cerpen terdiri atas alur, tokoh penokohan, latar (setting), sudut pandang, diksi, gaya bahasa, tema, dan amanat.

Pengalaman pribadi adalah apa yang dialami, dirasakan, dikerjakan dalam berbagai kegiatan atau aktivitas dimana saja kita berada (Hasnun, 2006: 191). Pengalaman pribadi merupakan pengalaman yang sangat khas dan tidak mungkin sama antara orang yang satu dengan orang lain. Walaupun hanya memaparkan pengalaman pribadinya, tetapi orang yang menulis harus menyertakan kejujuran di dalam tulisannya tersebut karena pengalaman pribadi tidak hanya sekedar dibaca tetapi bisa juga diambil manfaatnya oleh orang lain.

METODE

            Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Penelitian ini disebut sebagai penelitian eksperimen semu karena tidak semua persyaratan penelitian eksperimen dipenuhi dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif juga bertujuan untuk menguji hubungan antarvariabel yang terdapat dalam penelitian tersebut. Salah satu hubungan yang dapat dikaji dengan pendekatan kuantitatif adalah hubungan perbandingan hasil dari dua perlakuan yang berbeda. dalam penelitian ini, peneliti menguji hipotesis yang telah dikemukakan, yaitu metode latihan terbimbing merupakan metode yang efektif digunakan dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi.Menurut Sugiyono (2010:14), penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dan bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

          Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang semester gasal tahun ajaran 2017/2018. Berikut merupakan rincian jumlah siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Sampel yang digunakan dalam pelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 dan siswa kelas XI IPA2. Siswa kelas XI IPA2 merupakan kelas eksperimen dan siswa kelas XI IPA1 merupakan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah tes. Secara umum tes diartikan sebagai alat yang dipergunakan untuk mengukur pengetahuan atau penguasaan objek ukur terhadap seperangkat konten dan materi tertentu (Harsiati, 2011: 2). Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa angka yang diperoleh dari skor hasil menulis cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi.

HASIL

a.      Kemampuan Mengembangkan Alur Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Alur merupakan salah satu unsur intrinsik yang sangat penting dalam cerpen. Kemampuan mengembangkan alur dengan menarik harus dimiliki dalam menulis cerpen. Berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai kemampuan siswa mengembangkan alur dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi.

Kemampuan siswa mengembangkan alur dalam cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi untuk kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 5,39 dengan standar deviasi  1,257. Mean pada kelas kontrol adalah 4,46 dengan standar deviasi 1,021. Signifikansi pada Equal variances assumed adalah 0,005 dan signifikansi pada Equal variances not assumed adalah 0,005.

b.      Kemampuan Mengembangkan Tokoh Penokohan Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Tokoh merupakan unsur intrinsik terpenting dalam cerpen. Kemampuan menggambarkan tokoh dengan baik akan menghasilkan cerpen yang baik pula. Berdasarkan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai kemampuan siswa menggambarkan tokoh dan penokohan dalam cerpen yang sesuai dengan karakter penulis.

Kemampuan siswa mengembangkan tokoh dan penokohan dalam cerpen dengan menggunakan pengalaman pribadi untuk kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 5,46 dengan standar deviasi  1,036. Mean pada kelas kontrol adalah 4,75 dengan standar deviasi 0,989. Signifikansi pada Equal variances assumed adalah 0,15 dan signifikansi pada Equal variances not assumed adalah 0,14.

Setelah dilaksanakan prates, maka pembelajaran antara dua kelas diberikan perlakuan yang berbeda. Pembelajaran menulis cerpen dalam kelas eksperimen menggunakan teknik pembelajaran metotode latihan terbimbing sedangkan pada kelas kontrol menggunakan teknik pembelajaran konvensional. Dari hasil perhitungan tersebut, diketahui bahwa nilai rata-rata pascate pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa teknik metode latihan terbimbing efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan mengembangkan alur dan pengaluran dalam cerpen yang ditulis siswa.

c.       Kemampuan Mengembangkan Latar Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Kemampuan  menggambarkan latar dengan menarik harus dimiliki dalam menulis cerpen. Berdasarkan  pembelajaran yang telah dilaksanakan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai kemampuan siswa menggambarkan latar dalam cerpen yang sesuai dengan latar pada peristiwa yang sebenarnya.

Kemampuan siswa menggambarkan latar dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi untuk kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 7,18 dengan standar deviasi 1,124. Mean nilai pada kelas kontrol adalah 6,00 dengan standar deviasi 1,319. Setelah dilaksanakan prates, maka pembelajaran antara dua kelas diberikan perlakuan yang berbeda. Pembelajaran menulis cerpen dalam kelas eksperimen menggunakan teknik pembelajaran metotode latihan terbimbing sedangkan pada kelas kontrol menggunakan teknik pembelajaran konvensional.

Setelah pascates dilaksanakan, maka diperoleh hasil yang belajar yang berbeda. Berdasarkan tabel di atas diketahui signifikansi pada Equal variances assumed adalah 0,001 dan signifikansi pada Equal variances not assumed adalah 0,001. Dari hasil perhitungan tersebut, diketahui bahwa nilai rata-rata pascate pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa teknik metode latihan terbimbing efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan menggambarkan latar dan pelataran dalam cerpen yang ditulis siswa.

 

d.      Kemampuan Mengembangkan Sudut Pandang Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

            Kemampuan  menggambarkan sudut pandang harus dimiliki dalam menulis cerpen. Sudut pandang adalah cara memandang yang digunakan pengarang untuk sarana menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkan dan posisi cerita terhadap kisah yang diceritakan dalam cerita tersebut. Berdasarkan  pembelajaran yang telah dilaksanakan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai kemampuan siswa menggambarkan sudut pandang dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi.

Kemampuan siswa menggambarkan sudut pandang dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi untuk kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 5,96 dengan standar deviasi  0,429. Mean pada kelas kontrol adalah 4,96 dengan standar deviasi 0,175. Setelah dilaksanakan prates, maka pembelajaran antara dua kelas diberikan perlakuan yang berbeda. Pembelajaran menulis cerpen dalam kelas eksperimen menggunakan teknik pembelajaran metotode latihan terbimbing sedangkan pada kelas kontrol menggunakan teknik pembelajaran konvensional.

Setelah pascates dilaksanakan, maka diperoleh hasil yang belajar yang berbeda. Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai signifikansi dalam menggambarkan sudut pandang dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi untuk kelas eksperimen diperoleh hasil signifikansi 0,000 dan pada kelas kontrol diperoleh nilai signifikansinya 0,000. Dari hasil perhitungan tersebut, diketahui bahwa nilai rata-rata pascate pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa teknik metode latihan terbimbing efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan menyampaikan pesan dalam cerpen yang ditulis siswa.

e.       Kemampuan Mengembangkan Tema Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Kemampuan  mengembangkan tema harus dimiliki penulis dalam menulis cerpen. Tema adalah pokok permasalahan dalam karya sastra. Berdasarkan  pembelajaran yang telah dilaksanakan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai kemampuan siswa mengembangkan tema dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi.

Kemampuan siswa mengembangkan tema dalam cerpen berdasarkan pengalaman pribadi untuk kelas eksperimen diperoleh mean sebesar 5,96 dengan standar deviasi  1,290. Mean pada kelas kontrol adalah 4,75 dengan standar deviasi 1,452. Setelah dilaksanakan prates, maka pembelajaran antara dua kelas diberikan perlakuan yang berbeda. Pembelajaran menulis cerpen dalam kelas eksperimen menggunakan teknik pembelajaran metotode latihan terbimbing sedangkan pada kelas kontrol menggunakan teknik pembelajaran konvensional.

Setelah pascates dilaksanakan, maka diperoleh hasil yang belajar yang berbeda. Berdasarkan tabel di atas diketahui nilai Signifikansi pada Equal variances assumed adalah 0,002 dan signifikansi pada Equal variances not assumed adalah 0,003. Hal ini menunjukkan bahwa teknik metode latihan terbimbing efektif digunakan dalam meningkatkan kemampuan mengembangkan tema dalam cerpen yang ditulis siswa.

f.       Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang diuji berdistribusi normal atau tidak. Jika data yang diuji sudah berdistribusi normal, uji-t dapat dilanjutkan. Pertama, dari hasil perhitungan statistik menggunakan program SPSS 16 for Windows  diperoleh nilai probabilitas (signifikansi) kelas eksperimen dengan responden masing-masing 28 siswa pada prates adalah 0,495 dan 0,055 pada pascates. Berdasarkan distribusi normalitas, maka probabilitas 0,495 > 0,05 dan 0,055 > 0,05. Dengan demikian, disimpulkan bahwa nilai kelas eksperimen pada prates dan pascates berdistribusi normal.

Kedua, hasil perhitungan statistik menggunakan program SPSS 16 for Windows pada kelas kontrol untuk nilai prates dan pascates. Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh nilai probabilitas (signifikansi) kelas kontrol dengan responden masing-masing 24 siswa pada prates adalah 0,669 dan 0,409 pada pascates. Berdasarkan distribusi normalitas, maka probabilitas 0,669 > 0,05 dan 0,409 > 0,05. Dengan demikian, disimpulkan bahwa nilai kelas kontrol pada prates dan pascates distribusi normal.

g.      Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui tingkat homogenitas data yang diuji menggunakan uji-t. Kriteria pengujian homogenitas data adalah jika signifikansi  > 0,05 maka data homogen. Jika signifikansi 0,05. Dengan demikian, disimpulkan bahwa distribusi nilai kedua kelas pada prates homogen. Kedua,untuk menentukan postest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan responden  52 siswa memiliki nilai signifikansi sebesar 0,973 dan 0,255. Berdasarkan kriteria homogenitas data, maka signifikansi 0,973 dan 0,255 > 0,05. Dengan demikian, disimpulkan bahwa distribusi nilai kedua kelas pada pascates homogen

PEMBAHASAN

a.      Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Mengembangkan Alur dalam Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Menurut Aminuddin (1987:83) menyatakan bahwa alur cerita pendek merupakan rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjadi suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.  Metode latihan terbimbing lebih efektif digunakan dalam mengembangkan alur dan pengaluran pada cerpen yang ditulis siswa dibandingkan dengan teknik konvensional dibuktikan pula dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada masing-masing kelas. Nilai rata-rata pada  kelas eksperimen sebesar 5,39 dan kelas kontrol 4,46 .Perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil pembelajaran dengan menggunakan teknik pembelajaran  metode latihan terbimbing dengan menggunakan teknik pembelajaran konvensional.

b.      Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Mengembangkan Tokoh Penokohan dalam Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Cerita pendek ialah kisahan pendek yang dimaksudkan untuk memberikan kesan tunggal yang dominan, dan yang berpusat pada satu tokoh dalam situasi dan pada satu ketika (Netti, 2013: 128). Nilai rata-rata pada aspek kesesuaian tokoh dan penokohan kelas eksperimen 5,46 dan kelas kontrol 4,75. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh oleh kelas eksperimen yang menggunakan metode latihan terbimbing lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan teknik konvensional. Hasil pascates menunjukkan terjadi penurunan nilai rata-rata pada kelas kontrol.

c.       Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Mengembangkan Latar dalam Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Suharianto (1982:33) mengemukakan bahwa latar atau setting yaitu tempat atau waktu terjadinya cerita. Penggambaran latar yang menarik dapat membuat cerpen yang ditulis menjadi menarik pula. Nilai rata-rata pada  kelas eksperimen 7,18 dan kelas kontrol 6,00. Perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran latihan terbimbing dengan menggunakan teknik pembelajaran konvensional.

d.      Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Mengembangkan Sudut Pndang dalam Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Menurut Suharianto (1982:36) jenis pusat pengisahan, yaitu (1) pengarang sebagai pelaku utama cerita, (2) pengarang ikut main, tetapi bukan sebagai pelaku utama, (3) pelaku serba hadir, dan (4) pengarang peninjau. Nilai rata-rata pada pada aspek sudut pandang kelas eksperimen 5,96  dan kelas kontrol 4,96. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh oleh kelas eksperimen yang menggunakan metode latihan terbimbing lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan teknik konvensional.

e.       Pengaruh Metode Latihan Terbimbing Terhadap Kemampuan Mengembangkan Tema dalam Cerpen dengan Menggunakan Pengalaman Pribadi

Tema sering disebut juga dasar cerita, yakni pokok permasalahaan yang mendominasi suatu karya sastra (Suharianto, 1982:28).  Nilai rata-rata pada pada aspek kesesuaian tema kelas eksperimen 5,96  dan kelas kontrol 4,75 . Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa nilai yang diperoleh oleh kelas eksperimen yang menggunakan metode latihan terbimbing lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan teknik konvensional.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab IV dan bab V, maka kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

a.       Hipotesis yang menyatakan bahwa metode latihan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada aspek kesesuaian alur dan pengaluran diterima

b.      Hipotesis yang menyatakan bahwa metode latihan terbimbing berpengaruh terhadapa kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada aspek tokoh dan penokohan diterima

c.       Hipotesis yang menyatakan bahwa metode latihan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada aspek latar dan pelataran diterima

d.      Hipotesis yang menyatakan bahwa metode latihan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada aspek sudut pandang diterima

e.       Hipotesis yang menyatakan bahwa metode latihan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang pada aspek tema diterima

Berdasarkan kelima kesimpulan di atas, maka secara umum simpuan penelitian ini metode latihan terbimbing berpengaruh terhadap kemampuan menulis cerpen berdasarkan pengalaman pribadi siswa kelas XI SMA Negeri 8 Malang.

Saran

            Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang dapat diberikan peneliti sebagai berikut.

a.       Hasil penelitian ini menympulkan bahwa penerapan metode latihan terbimbing dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menulis cerpen yaitu pada aspek menggambarkan alur dan pengaluran, tokoh dan penokohan, latar dan pelataran, sudut pandang, dan mengembangkan tema. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka saran yang dapat diberikan kepada guru mata pelajaran bahasa Indonesia khususnya guru SMA Negeri 8  Malang adalah guru dapat menggunakan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran menulis cerpen di ke kelas XI untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

b.      Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi penelitian lebih lanjut terkait dengan pengggunaan metode latihan terbimbing. Penelitian lain dapat menerapkan metode latihan terbimbing dalam kompetisi dasar yang tidak sama atau jenis penelitian lain.

DAFTAR RUJUKAN

Miseng, Arifuddin. 2015. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Penerapan

Latihan Terbimbing Menggunakan Sistem Point pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa kelas XI IPS SMA Batara Gowa.

Nurchasanah dan Hs, Widodo. 1993. Keterampilan Menulis dan

Pengajarannya. Malang: Universitas Negeri Malang

Sianturi, Helga Sabrina. 2012. Metode Latihan Terbimbing Sebagai Upaya untuk

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis-Kreatif dalam Pembelajaranmenulis Cerpen

Pranoto, Septian Dwi. 2012. Pemanfaatan Media Karikatur untuk Meningkatkan

Kemampuan Menulis Cerpen Siswa Kelas VIII A SMP Bhineka Karya

Musuk Boyolali Tahun Ajaran 2011/2012

Nuraini, dkk. 2013. Penerapan Teknik Transformasi Lagu untuk Meningkatkan

Keterampilan Menulis Cerpen Siswa A SMA

Hasnun, A. 2006. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Yogyakarta:

Penerbit ANDI

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Harsiati, T. 2011. Penilaian dalam Pembelajaran (Aplikasi dalam Pembelajaran

Membaca dan Menulis). Malang: UM Press.

Aminuddin. 1987. Pengantar Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo

Suharianto, S. 1982. Dasar-Daar Teori Sastra. Surakarta: Widya Duta