Menurut sarana dan prasarana sekolah, dan sumber

Menurut Dahlan Al-Barry
dalam Kamus Modern Bahasa Indonesiam, kualitas adalah “kualitet”: “mutu, baik buruknya
barang”. Sama halnya dengan Quraish Shihab yang mengartikan kualitas
sebagai tingkat baik buruk sesuatu atau mutu sesuatu. Kalau secara etimologi,
mutu atau kualitas adalah kenaikan tingkatan menuju suatu perbaikan atau
kemapanan. Karena kualitas memiliki makna bobot atau tinggi rendahnya sesuatu.
Jadi, dapat dikatakan pendidikan berkualitas adalah keberhasilan suatu lembaga
pendidikan dalam melaksanakan pendidikan.Dalam konteks
pendidikan, pengertian kualitas atau mutu dalam hal ini mengacu pada
proses dan hasil dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan berkualitas mengaitkan
berbagai input, metodologi, sarana dan prasarana sekolah, dan sumber daya
lainnya yang dapat menciptakan suasana yang kondusif. Sedangkan hasil
pendidikan mengacu pada hasil atau prestasi yang dicapai oleh sekolah pada
setiap kurun waktu tertentu. Prestasi yang dicapai tidak hanya berupa hasil
test kemampuan akademis, seperti ulangan harian, UAS atau UN. Tetapi juga bisa
berupa prestasi dibidang non akademis seperti di olahraga, seni atau
keterampilan tertentu. Bahkan prestasi sekolah juga dapat berupa hal-hal
yang tidak terlihat secara fisik dan tidak bisa dipegang seperti sifat
keakraban dan kekompakan, disiplin, sikap saling toleransi dan saling
menghormati, dsb. Dapat dilihat juga dari kemampuan sistem pendidikan
dasar, baik dari segi pengelolaan maupun dari segi proses pendidikan, apakah
diarahkan secara efektif untuk meningkatkan nilai tambah agar menghasilkan
output yang berkualitas atau tidak. Sekolah yang berkualitas merupakan
sekolah yang memiliki prestasi di bidang akademis maupun non akademis,
sekolah yang memiliki akreditasi yang bagus, sekolah yang mampu untuk bersaing,
sekolah yang memiliki visi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan memiliki
akar budaya serta nilai-nilai etika moral (akhlak) yang baik dan kuat.Jadi, pendidikan berkualitas
adalah pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang memiliki
kemampuan dasar untuk belajar, sehingga dapat mengikuti bahkan mereformasi dan
mempelopori perubahan dengan cara memanfaatkan sumber-sumber
pendidikan secara optimal melalui pembelajaran yang baik dan kondusif,
sehingga masyarakat mampu untuk menghadapi problematika dan tantangan yang ada
dalam kehidupan baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang.  A.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas
PendidikanPendidikan adalah hal
yang sangat penting sehingga harus diperhatikan dan diarahkan untuk
menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing. Namun kenyataannya di
Indonesia kualitas pendidikannya masih rendah, hal tersebut dipengaruhi oleh
faktor-faktor berikut:  1.     
Kualitas sarana&prasaranaTidak dapat dipungkiri bahwa dalam
proses pendidikan,  kualitas pendidikan
di dukung oleh sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana mempengaruhi minat
dan kemampuan siswa dalam belajar. Hal tersebut menunjukkan bahwa sarana dan
prasarana merupakan peranan yang sangat penting dalam menunjang kualitas
belajar siswa dan mendukung suksesnya proses pembelajaran. Tapi dalam
realitanya, kualitas sarana dan prasarana di Indonesia masih jauh dari kata
layak. Banyak sekolah-sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, ruang
kelasnya bocor, bangku dan kursi yang rusak, serta tidak tersedianya alat dan
media pembelajaran.2.     
Rendahnya kualitas pengajarGuru atau pengajar adalah kunci utama
dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Agar dapat menciptakan pendidikan
yang berkualitas dibutuhkan tenaga pendidik atau guru yang professional dan
bermartabat. Menurut Undang Undang Sisdiknas No 20/2003 menyatakan
bahwa:”Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen,
konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan
sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam
menyelenggarakan pendidikan. Adanya kebijakan sertifikasi guru bukan menjadikan
guru yang ada menjadi guru yang professional, tetapi malah membuat guru
mengejar sertifikasi hanya untuk mengejar tunjangan sertifikasi. Padahal
seharusnya guru dituntut untuk bertanggung jawab dalam merancang,
mengembangkan, dan membangun karakter peserta didik agar menjadi manusia yang
berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi.3.     
Kurangnya pemerataan kesempatan
pendidikanDi Indonesia masih banyak masalah
mengenai tidak meratanya pendidikan. Hal tersebut merupakan salah satu alasan
mengapa negara kita tidak bisa bersaing dengan negara lain. Banyak sekali
daerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat kota tidak memiliki gedung
sekolah, infrastruktur yang menyedihkan, bahkan akses menuju ke sekolah saja
sangat sulit. Hal tersebut bertolak belakang dengan kondisi sekolah yang berada
di ibu kota. Ketidakmerataan ini menyebabkan anak-anak bangsa tidak mendapatkan
pendidikan yang layak yang seharusnya mereka dapatkan. 4.     
Rendahnya minat baca siswaMenurut Duta Baca Perpustakaan Nasional
Republik Indonesia, minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah dibandingkan
dengan negara-negara lainnya. Dari 61 negara, Indonesia menempati urutan ke-60
terkait dengan minat baca.Menurut Subekti Makdriani, Pustakawan
Utama Perpus RI, rendahnya minat baca disebabkan
oleh beberapa factor, satu diantaranya adalah budaya masyarakat Indonesia yang
masih didominasi budaya tutur. Selain itu juga penggunaan internet yang saat
ini sudah menjadi kebutuhan. “Pengaruh internet juga sedikit banyak mempengaruhi minat baca di
Indonesia. Sebanyak 132,7 juta orang Indonesia pada 2016 tecatat sebagai
pengguna internet menurut data Perpustakaan Nasional 86,3 juta jiwa berada di
Jawa,” katanya.Rendahnya minat baca
masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan
rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan dan informasi di dunia, yang akan berdampak pada ketertinggalan
bangsa Indonesia dengan bangsa lain.  B.     Upaya Meningkatkan Kualitas
Pendidikan A. Peningkatan Kualitas GuruGuru menjadi ujung tombak dalam dalam
dunia pendidikan, karena memang memiliki peranan yang penting dan menjadi tolak
ukur dalam pendidikan. Kompetensi seorang guru menunjukkan kualitas peserta
didiknya. Guru merupakan orang tua kedua di sekolah, sehingga sebagai orang
tua, guru tidak hanya mengajarkan siswanya, tetapi juga mendidik, membimbing,
melatih, dan menilai siswa agar menghasilkan akhlak dan tingkah laku yang baik
dan bisa mengembangkan potensinya. Oleh karena itu diperlukan guru yang
professional untuk menghasilkan peseta didik yang berkualitas. Untuk
meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran, perlu
ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut:1. Mengikuti Penataran2. Mengikuti Kursus-Kursus
Pendidikan3. Memperbanyak Membaca4. Mengadakan Kunjungan Kesekolah
Lain (studi komperatif)5. Mengadakan Hubungan Dengan Wali
Siswa B. Peningkatan MateriUntuk meningkatkan pendidikan,
diperlukan juga peningkatan materi karena dengan materi yang lengkap yang
diberikan kepada peserta didik diharapkan akan memperluas ilmu pengetahuannya.Peserta didik dituntut untuk menjalankan
dan mengamalkan materi dan ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh pengajar
dengan baik dan benar. Oleh karena itu pengajar harus menguasai materi dengan
lengkap berdasarkan sumber-sumber yang akurat, aktual dan dan terpercaya sesuai
dengan kurikulum yang berlaku.  C. Peningkatan dalam Pemakaian MetodeMetode adalah alat yang dipakai untuk
mencapai suatu tujuan. Maka dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan diperlukan
adanya peningkatan dalam pemakaian metode agar peserta didik tertarik
dalam mempelajari pelajaran dan tidak cepat merasa bosan dan ngantuk. Pengajar
harus memiliki sifat kreatif untuk membuat dan menerapkan metode pembelajaran
yang menarik dan tidak monoton untuk menyajikan materi yang disampaikan.
Sehingga peserta didik dapat mengerti dan menyerap dengan mudah materi yang
sedang dipelajarinya.  D. Peningkatan Sarana dan PrasaranaSarana dan Prasarana adalah aspek
penunjang kegiatan belajar mengajar sehingga diperlukan perhatian utama. Sarana
dan prasarana ibarat fondasi dalam suatu bangunan. Jika fondasi ini tidak
dibangun dengan baik, maka semua kegiatan yang dilakukan tidak bisa berjalan
sesuai dengan rencana. Begitu juga dalam pendidikan.  Oleh karena itu diperlukan peningkatan dalam
pembangunan sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran yang
teratur dan berkelanjutan. C.    Keterkaitan Agama Islam dengan
PendidikanPendidikan berkaitan
erat dengan agama. Dalam ilmu pendidikan yang berlandaskan agama memiliki makna
bahwa agama adalah sumber inspirasi dalam menyusun ilmu, konsep-konsep
pendidikan, dan dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, seluruh
sistem pendidikan dan teori pendidikan berlandaskan dari Al-Qur’an dan
As-Sunnah.Pendidikan dan agama harus
berjalan lurus dan beriringan, dengan begitu output yang dihasilkan oleh
pendidikan bersifat menyeluruh dan sempurna. Hal ini sesuai dengan Visi
Kementrian  Pendidikan Nasional tahun 2025 yaitu menghasilkan insan
Indonesia cerdas dan kompetitif. Untuk
menciptakan manusia yang cerdas dan kompetitif tidak hanya melalui transfer
ilmu dan pengetahuan saja, tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai moral yang
sesuai dengan nilai dan norma yang ada di dalam agama yang kita imani dan
menanamkan karakter dengan akhlak yang mulia. Hal ini bertujuan agar output
pendidikan yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara ilmu dan pengetahuan
tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik. Hal tersebut diperlukan untuk
menyeimbangkan dan menggerakkan output pendidikan agar tidak lepas control dan
tidak keluar dari jalur yang seharusnya. Dalam Al-Quran surat Al-Kahf:66
menjelaskan tentang peran seorang pendidik: Artinya: “Musa berkata kepada Khidhr “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu
mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan
kepadamu”  Berikut adalah hal-hal yang bisa dipetik dari ayat diatas:§  Derajat
para nabi dalam memanfaatkan ilmu dan kesempurnaan berbeda-beda, ilmu mereka
terbatas dan bisa ditingkatkan.§  Untuk
mencapai kesempurnaan membutuhkan ilmu, kesadaran dan makrifat.

Menuntut ilmu harus
ada guru dengan adab dan ketawadhuan sehingga apa yang diajarkan menjadi sumber
kesempurnaan bagi manusia.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now