PENGARUH SKRIPSI Nama : Selly Gustia NIM

PENGARUH UKURAN
PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN FINANCIAL
LEVERAGE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN INCOME SMOOTHING SEBAGAI

VARIABEL MODERASI

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

(Studi Kasuspada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasiyang Terdaftardi BEI)

 

 

 

 

 

SKRIPSI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama  : Selly Gustia

NIM    : 22 2014 324

 

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

2018

PENGARUH UKURAN
PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN FINANCIAL
LEVERAGETERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN INCOME SMOOTHING SEBAGAI
VARIABEL MODERASI

(Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi yangTerdaftardi
BEI)

 

 

 

 

SKRIPSI

 

 

Untuk Memenuhi
Salah Satu Persyaratan

Memperoleh Gelar
Sarjana Akuntansi

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama  : Selly Gustia

NIM    : 22 2014 324

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

2018

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Masalah

Para
pemakai laporan keuangan dapat dibedakan menjadi beberapa pihak yaitu
manajemen, pemegang saham, pemerintah, kreditur, karyawan perusahaan, pemasok,
konsumen dan masyarakat umum lainnya. Salah satu sumber informasi potensial
yang digunakan untuk mengukur kinerja manajemen adalah laba.

Manfaat
dari informasi laba yaitu untuk menilai perubahan potensi sumber daya ekonomis
yang mungkin dapat dikendalikan di masa depan, menghasilkan arus kas dari
sumber daya yang ada, dan untuk perumusan pertimbangan tentang efektivitas
perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya. Oleh karena itu, manajemen
mempunyai kecendrungan untuk melakukan tindakan yang dapat membuat laporan keuangan menjadi lebih baik.

Nilai perusahaan merupakan harga
yang bersedia dibayar oleh investor apabila perusahaan tersebut dijual (Hery,
2017: 5). Meningkatnya nilai perusahaan adalah sebuah prestasi yang selaras
dengan keinginan para pemilik. Dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka
kesejahteraan bagi para pemilik juga akan meningkat. Jika perusahaan berjalan
lancar maka nilai saham perusahaan akan meningkat. Nilai saham bisa menjadi
indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektifitas perusahaan. Berdasarkan
alasan itulah, maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi
nilai saham perusahaan atau memaksimalkan harga saham.Nilai perusahaan akan
berdampak langsung terhadap kemakmuran pemegang saham secara maksimum apabila
harga saham tersebut meningkat (Hery, 2017: 6).

Nilai perusahaan dapat
dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti financial
leverage, ukuran perusahaan, profitabilitas, earning per share (Sukma dan Teguh, 2014). Penelitian ini hanya
menggunakan ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial leverage sebagai variabel independen dengan menambahkan
income smoothing sebagai variabel moderating. Hal ini disebabkan karena masih
belum konsistennya penelitian sebelumnya mengenai factor-faktor yang
mempengaruhi nilai perusahaan. Penulis bermaksud untuk menguji kembali variabel
ini dalam kaitannya dengan nilai perusahaan, namun dengan objek dan tahun
penelitian yang berbeda.

            Ukuran
perusahaan menggambarkan besar
kecilnya suatu perusahaan yang dapat dinyatakan dengan total aset ataupun total
penjualan bersih (Hery, 2017: 12). Semakin besar total aset maupun penjualan
maka semakin besar pula ukuran suatu perusahaan. Perusahaan yang lebih
besar cenderung akan lebih kritis mendapatkan perhatian baik dari para analisis,
investor maupun pemerintah. Ukuran perusahaan dianggap mampu mempengaruhi nilai
perusahaan, karena semakin besar ukuran atau skala perusahaan maka akan semakin mudah pula
perusahaan memperoleh sumber pendanaan baik yang bersifat internalmaupun
eksternal.  

            Profitabilitas
merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktivitas normal
bisnisnya (Hery, 2017: 312).Profitabilitas di dalam penelitian ini diproksikan
dengan net profit margin (npm)
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya persentase laba bersih
atas penjualan bersih. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih terhadap
penjualan bersih. Semakin
tinggi profitabilitas perusahaan juga akan meningkatkan laba per lembar saham
perusahaan. Adanya peningkatan laba per lembar saham perusahaan, akan membuat
investor tertarik untuk menanamkan modalnya dengan membeli saham perusahaan.

Rasio solvabilitas atau leverage ratiomerupakan rasio yang
digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai oleh utang,
artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan
aktivanya (Kasmir, 2017: 151-152). Financial
leverage diproksikan dengan debt to total
equity yang diperoleh melalui total utang dibagi dengan total modal. Perusahaan yang memiliki tingkat leverage tinggi, hal ini akan berdampak
timbulnya risiko kerugian lebih besar, tetapi juga ada kesempatan mendapat laba
juga besar. Sebaliknya apabila perusahaan memiliki risiko solvabilitas lebih
rendah tentu mempunyai risiko kerugian lebih kecil pula, terutama pada saat
perekonomian menurun. Maka apabila investor melihat sebuah perusahaan dengan
asset yang tinggi namun risiko leverage juga tinggi, maka akan berpikir dua
kali untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut.

Income smoothing (perataan laba) merupakan adalah
pengurangan fluktuasi laba dari tahun ke tahun dengan memindahkan pendapatan
dari tahun-tahun yang tinggi pendapatannya ke periode-periode yang kurang
menguntungkan (Riahi
dan Belkaoui, 2011: 73). 
Perataan laba terjadi bila manajer menggunakan kreativitasnya
dalam penyusunan laporan keuangan dan mengatur transaksi untuk merubah laporan
keuangan dengan tujuan memberi kesan tertentu atau mempengaruhi tindakan para stakeholders yang bergantung pada laporan
keuangan tersebut.

Alasan income smoothing dijadikan sebagai variabel
moderasi yaitu dengan melihat efektifitas manejemen yang dapat diukur dari
ukuran perusahaan, rasio profitabilitas berdasarkan hasil pengembalian yang
dihasilkan dari penjualan dan investasi, dan rasio leverage. Ukuran perusahaan yang besar tentunya akan membuat
investor menilai bahwa nilai perusahaan itu baik, dengan ukuran perusaahan yang
besar itu pula perusahaan cenderung melakukan perataan laba.

Manajemen
yang tidak efektif akan menghasilkan profitabilitas yang rendah, dengan tingkat
profitabilitas yang rendah tentunya akan mengakibatkan nilai perusahaan juga
rendah, dengan kata lain, semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan,
maka semakin besar return yang
diharapkan investor, sehingga menjadikan nilai perusahaan menjadi lebih baik.
Perusahaan yang tingkat profitabilitas rendah, mempunyai kecenderungan yang
lebih besar untuk melakukan perataan laba guna untuk meningkatkan nilai
perusahaan. Semakin tinggi rasio leverage
perusahaan maka penilaian terhadap perusahaan tersebut kurang baik, maka
manajemen cenderung melakukan praktik perataan laba dengan tujuan agar
terhindar dari perjanjian hutang yang memubuat nilai perusahaan menjadi rendah.

Penelitian
terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
telah banyak dilakukan, namun hasil penelitian tersebut belum konsisten satu
sama lain. Penelitian sebelumnya, 
yang dilakukan olehMareta,
dkk (2014), berjudul pengaruh leverage dan profitabilitas terhadap nilai
perusahaan menyatakan bahwa leverage dan profitabilitas tidak signifikan
pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Hal ini tidak konsisten dengan
penelitian yang dilakukan oleh
Roosiana dan Maswar (2016), berjudul pengaruh leverage, profitabilitas, size, dan growth opportunity terhadap nilai perusahaan menyatakan bahwa leverage berpengaruh negative terhadap
nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas, size,
dan growth opportunity berpengaruh
positif terhadap nilai perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Sukma dan Teguh (2014) mengenai pengaruhearning per share, ukuran perusahaan,
profitabilitas, dan leverage terhadap
nilai perusahaan yang
hasilnya menyatakan bahwa variabel profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif
signifikan terhadap nilai perusahaan dan variabel earning per share dan leverage
tidak berpengaruh signifian terhadap nilai perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Ayu dan Ari (2013) mengenai pengaruh strutur modal,
profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan menyatakan
bahwa struktur modal berpengaruh negative dan signifikan terhadap nilai
perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif signifikan dan ukuran perusahaan
tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Ketidakkonsistenan
hasil dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya membuat
penulis ingin menguji apakah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial
leverage dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan menambahan variabel
pemoderasi. Variabel pemoderasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah income smoothing. Variabel pemoderasi
nantinya akan membuktian apakah dapat mempengaruhi secara langsung antara
variabel independen terhadap variabel dependen. Hal yang akan diteliti dalam
penelitian ini adalah apakah ada tindakan manajemen yang cenderung melakukan
perataan laba untuk meningkatkan nilai perusahaan. Objek penelitian yang
dipilih adalah perusahaan manufaktur sub sector farmasi yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia untuk tahun 2012-2016.

Alasan
peneliti memilih perusahaan farmasi sebagai objek penelitian karena perusahaan
farmasi merupakan suatu perusahaan yang memiliki pangsa pasar yang besar di
Indonesia. Rata-rata penjualan obat selalu bertambah setiap tahunnya,
pertumbuhan tersebut menandakan perusahaan farmasi merupakan industry yang
besar dan terus berkembang. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti
apakah perkembangan perusahaan yang biasanya ditandai dengan kenaikan laba yang
memang benar-benar merupakan laba yang rill atau adanya indikasi tindakan
perataan laba untuk meningkatan nilai perusahaan.

Berdasarkan data yang terlampir terlihat jelas bahwa terjadi ketidakkonsistenan
pada varibel depeneden dan independen setiap tahunnya. Darya Varia Laboratoria
Tbk mengalami kenaikan pada ukuran perusahaan konsisten dengan nilai perusahaan
yang juga meningkat ada tahun 2012-2013, namun pada tahun 2014-2015 terjadi
ketidakkonsistenan yang mana ukuran perusahaan meningkat namun nilai perusahaan
menurun secara drastis. Tingkat profitabilitas pada tahun 2012-2013 mengalami penurunan
namun terjadi ketidakkonsistenan pada nilai perusahaan yang mengalami kenaikan.
Rasio leverage dari tahun 2012-2016
mengalami kenaikan konsisten dengan nilai perusahaan yang mengalami kenaikan
dari tahun 2012-2014.Kalbe Farma Tbk mengalami kenaikan pada ukuran perusahaan
konsisten dengan nilai perusahaan yang juga meningkat pada tahun 2012-2013, namun
pada tahun 2013-2014 terjadi ketidakkonsistenan yang mana ukuran perusahaan
menurun namun nilai perusahaan meningkat. Tingkat profitabilitas pada tahun
2012-2013 mengalami penurunan namun pada nilai perusahaan mengalami kenaikan.
Rasio leverage dari tahun 2015-2016
mengalami penurunan namun tidakkonsisten dengan nilai perusahaan yang mengalami
kenaikan dari tahun 2015-2016.

Berdasarkan yang telah diuraikan di atas, dan beberapa penelitian
sebelumnya terdapat perbedaan hasil mengenai ukuran perusahaan, profitabilitas,
dan financial leverage terhadap nilai perusahaan ternyata masih menggambarkan
hasil yang belum konsisten, sehingga penelitian lebih lanjut terhadap masalah
ini masih perlu dilakukan. Untuk itulah penulis tertarik melakukan penelitian
dengsn judul Pengaruh Ukuran Perusahaan,
Profitabilitas, dan Financial Leverageterhadap
Nilai Perusahaan dengan Income Smoothing
sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaa Manufaktur Sub Sektor Farmasi yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2012-2016.

 

B.  Rumusan Masalah

Berdasarakan dari uraian latar belakang di atas, maka
permasalahan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh ukuran
perusahaan, profitabilitas, dan financial
leverage terhadap nilai perusahaan dengan income smoothing sebagai variabel moderasi?

 

C.  Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran
perusahaan, profitabilitas, dan financial
leverage terhadap nilai perusahaan dengan income smoothing sebagai variabel moderasi.

 

D.  Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan di atas, maka penelitian ini diharapkan
akan memberikan manfaat bagi semua pihak diantaranya:

1.      Bagi
Peneliti

Sebagai
bukti empiris yang ada tentang pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial leverage terhadap nilai perusahaan dengan income smoothing
sebagai variabel moderasi. Serta diharapkan penelitian ini menambah
wawasan mengenai praktik perataan laba (income smoothing).

 

 

2.    Bagi Perusahaan Manufaktur Sub Sektor
farmasi yang Terdaftar di BEI.

Dengan melihat hasil pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial leverage terhadap nilai perusahaandengan income
smoothing  sebagai variabel moderasi dapat memudahkan manajemen dalam mengambil keputusan yang
berkaitan dengan manfaat ekonomi di masa yang akan datang juga dalam
mempertahankan dan mengembangkan perencanaan usaha.

3.    Bagi
Almamater

Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi tambahan, menambah ilmu
pengetahuan, serta dapat menjadi acuan atau kajian bagi penulisan di masa yang
akan datang.